1. Proposal usaha (business plan)
Adalah dokumen yang secara jelas dan ringkas menyatakan tujuan dan sasaran usaha, serta metode yang akan digunakan untuk mencapainyaKegunaan :
v kegiatan penelitian (bisnis) yg akan dilaksanakan /sedang berjalan tetap pada jalur yg direncanakan
v pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan
v alat untuk mencari dana dari pihak ketiga (investor, lembaga keuangan dll)
ISI RENCANA USAHA
• Rencana usaha bagi pemula
• Rencana usaha bagi usaha kecil
• Rencana usaha bagi usaha menengah
Apa Perbedaannya ?
• Business Plan untuk Usaha Pemula didasarkan pada ide usaha dan perkiraan awal pasar, terutama menggunakan perkiraan dan proyeksi keuangan dan bukannya data-data usaha yang sudah ada
• Business Plan untuk Usaha Kecil hampir sama dengan Usaha Pemula. Perbedaannya untuk Usaha Kecil didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya.
• Business Plan untuk Usaha Menengah, selain didasarkan pada pengalaman dan periode produksi sebelumnya, dibuat lebih lebih lengkap ditambah rencana pengembangan ke depan.
Isi Business Plan Usaha Pemula dan Kecil
v Data Pribadi (Nama lengkap pengusaha, alamat, pendidikan, pengalaman dll.)
v Profil Usaha (Jenis rencana kerja/usaha, bentuk hukum, tahun rencana usaha, lokasi)
v Studi Pasar (Pesaing dan Pemasok)
v Rencana Produksi (Produksi dan penjualan, mesin/perlengkapan, keb. bahan baku, utilitas/infrastruktur, tenaga kerja, biaya administratif dan penjualan)
v Perkiraan Biaya (Modal tetap dan Modal Kerja)
v Pembiayaan ( Dana sendiri dan kredit)
v Laporan Laba Rugi
Isi Business Plan Usaha Menengah
v Ringkasan Eksekutif
v Penjualan dan pemasaran
v Produksi
v Organisasi dan Manajemen
v Rencana Keuangan
Detil Business Plan Usaha Menengah
Lembaran Judul
Ringkasan Eksekutif
– Penjelasan singkat tentang usaha
– Profil singkat wirausahawan
– Kontribusi usaha bagi ekonomi
1. Penjualan dan pemasaran
1.1. Penjelasan produk
1.2. Pesaing
1.3. Lokasi usaha
1.4. Area pasar
1.5. Konsumen utama
1.5. Perkiraan total permintaan
1.6. Perkiraan pangsa pasar
1.7. Harga jual
1.8. Perkiraan penjualan
1.9. Strategi pemasaran
1.10. Anggaran pemasaran
2. Produksi
2.1. Aset tetap yang dibutuhkan
2.2. Jangka waktu aset tetap dan proses produksi
2.3. Pemeliharaan dan perbaikan aset tetap
2.4. Sumber perlengkapan
2.5. Syarat dan ketentuan pembelian perlengkapan/alat
2.6. Lokasi dan tata letak pabrik
2.7. Bahan mentah yang dibutuhkan
2.8. Biaya dan ketersediaan bahan mentah
2.9. Ketersediaan tenaga kerja
2.10. Biaya tenaga kerja
2.11. Biaya tambahan pabrik
2.12. Total biaya produksi
2.13. Kapasitas yang direncanakan (setidaknya 3 tahun)
3. Organisasi dan Manajemen
3.1. Bentuk usaha
3.2. Struktur organisasi
3.3. Pengalaman usaha dan kualifikasi wirausahawan
3.4. Aktivitas pra-produksi
3.5. Biaya pra-produksi
3.6. Perlengkapan kantor yang dibutuhkan
3.7. Biaya administratif
4. Rencana Keuangan
4.1. Biaya dan Penerimaan proyek
4.2. Pemenuhan kebutuhan dana
4.3. Laporan laba rugi
4.4. Laporan arus kas
4.5. Neraca
4.6. Analisa titik impas
4.7. Pengembalian investasi (ROI)
BUSINESS PLAN
Marketing Plan memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Analisa situasi (S.W.O.T)
S: Strengh/ Kekuatan
W: Weakness/ Kelemahan
O : Opportunity/ Peluang
T: Threat/ Ancaman
Pebisnis harus menganalisa keadaan intern dan ekstern perusahaannya. Keadaan intern meliputi gambaran terakhir serta analisis jumlah yang diperoleh. Melakukan analisa sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Keadaan ekstern yang perlu diperhatikan adalah keadaan makro yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan. Analisis makro ini meliputi keadaan politik, ekonomi,sosial, budaya. Analisis intern dan ekstern tersebut dilengkapi lagi dengan analisisS.W.O. T
2.Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
Tujuan pemasaran perusahaan beraneka ragam sesuai dengan kepentingan perusahaan masing – masing. Sebagai contoh dapat dikemukakan tujuan pemasaran, mempertahankan posisi perusahaan sebagai market leader, atau memperluas penguasaan market.
3.Strategi Inti (Core Strategy)
Merupakan alternatif strategi yang terpilih dalam decision making. Untuk menghasilkan strategi inti ini dibutuhkan pemikiran mendalam didukung oleh data dan fakta sehingga dapat dirumuskan secara tajam
4.Jadwal Pelaksanaan (Action Plan)
Action plan lebih banyak, sebab disini dielaborasi lebih rinci. Jika
strategi inti yang ingin dilaksanakan berupa pengembangan produk, maka
harus dijabarkan model, bahan, mutu,kemasan, dsb
Action plan harus dapat menjawab beberapa pertanyaan :
-What, apa tugas yang harus dilakukan?
-Who, siapa orang yang harus bertugas dan bertanggung jawab?
-When, kapan pekerjaan harus dilaksanakan dan harus selesai?
-Where, jika diperlukan dimana percobaan pasar akan dilakukan?
-How, bagaimana cara melaksanakan tugas tersebut?
-Who, siapa orang yang harus bertugas dan bertanggung jawab?
-When, kapan pekerjaan harus dilaksanakan dan harus selesai?
-Where, jika diperlukan dimana percobaan pasar akan dilakukan?
-How, bagaimana cara melaksanakan tugas tersebut?
5.Anggaran Pemasaran (Marketing Budget)
Didalam marketing budget dengan jelas harus dinyatakan besar biaya yang diperlukan, jenis kegiatan pemasaran untuk berbagai teknikpromosi, melakukan riset pemasaran, dsb
6.Pengawasan(Control)
Untuk semua implementasi marketing plan harus dilakukan pengawasan. Pengawasan dilakukan dengan membaca dan mempelajari laporan tertulis dari pelaksana ataupun hasil observasi. Jika terjadi penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan, maka harus segera diambil tindakan perbaik
BUSINESS PLAN
I. Bentuk Formal Business Plan
1) Halaman Depan
Dicantumkan nama dan alamat perusahaan, nama orang yang bertanggung jawab
yang bisa dihubungi sewaktu-waktu
2) Daftar Isi
Membuat daftar isi secara rinci dengan nomer-nomer halamannya
3) Rangkuman eksekutif
Sangat penting karena pembaca ingin melihat secara cepat ttg isi keseluruhan
business plan. Rangkuman ini merupakan inti dari perencanaan.
4) Penjelasan tentang Perusahaan
Diungkapkan strategi perusahaan serta tim manajemen yang mengelola
perusahaan
5) Pemasaran
Diungkapkan pasar yang dituju seberapa besar potensi pasar dan berbagai strategi
serta ramalan tentang target konsumen dimasa yang akan datang
6) Barang dan jasa yang dihasilkan
Diungkapkan mengenai kualitas, kuantitas dan kegunaan dan keistimewaan barang
dan jasa yang ditawarkan
7) Usaha meningkatkan penjualan
Dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan, tenaga
penjualan, perwakilan-perwakilan penjualan, dsb
8) Permodalan
Diungkapkan rencana permodalan dan proyek permodalan neraca pendahuluan,
aliran kas, dan pendapatan
9) Apendix
Dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi business plan.
Misalnya akte pendirian perusahaan, SIUPP, sertifikat, dsb
II. OUTLINE Business Plan
I. Pendahuluan
· Nama dan alamat Perusahaan
· Nama dan alamat Pemilik
· Nama dan alamat penanggungb jawab
Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan
II. Rangkuman eksekutif; lebih kurang 3 halaman yang menjelaskan secara komplit isi business plan.
III. Analisis Industri
· Prespektif masa depan industri
· Analisis persaingan
· Segmen pasar yang dimasuki
· Ramalan produk yang dihasilkan
· IV. Deskripsi tentang Usaha
· Produk yang dihasilkan
· Jasa pelayanan
· Ruang lingkup usaha
· Personalia dan perlengkapan kantor
· Latar belakang identitas pengusaha
V. Rencana produksi
· Untuk pabrik/industri
VI. Rencana Pemasaran
· Penetapan harga
· Pelaksanaan distribusi
· Promosi yang akan dilakukan
· Pengembangan produk
VII. Perencanaan organisasi
· Bentuk kepemilikan dan struktur organisasi
· informasi tentang partner
· Uraian tentang kekuasaan
· Latar belakang anggota tim manajemen
· Peranan dan tanggung jawab personalia dalam organisasi
VIII. Resiko
· Evaluasi tentang kelemahan bisnis
· Gambaran teknologi
IX. Perencanaan Permodalan
· Neraca permulaan perusahaan
· Proyeksi aliran kas
· Analisa titik impas
· Sumber-sumber permodalan
X. Appendix
-
Surat-surat
Data penelitian pasar
Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya
Daftar harga dari pemasok barang
Contoh Business Plan Untuk Usaha Baru dan Pengembangan usaha
I. Latar Belakang
Latar belakang pendirian perusahaan, keadaan persaingan, terbukanya peluang
usaha fasilitas yang dimiliki, dan prospek usaha
II. Identitas Pemilik
Nama dan identitas pemilik
III. Data Perusahaan
Dicantumkan nama dan data-data perusahaan
IV. Aspek produksi
Jenis dan jumlah mesin yang digunakan, kapasitas produksi, dan lain-lain
V. Aspek Pemasaran
Sistem distribusi, sistem pembayaran, konsumen sasaran, wilayah pemasaran,
penguasaan dan segmentasi pasar, keuntungan, dll
VI. Aspek keuangan
Kebutuhan rata-rata perbulan, untuk pembelanjaan, dan bahan baku, kebutuhan
modal, dsb
· Contoh business plan untuk usaha baru dan pengembangan produk
I. Latar Belakang
disini dimasukkan latar belakang pendirian perusahaan, keadaan persaingan, masih terbuka peluang usaha, fasilitas yang dimiliki dan prospek usaha dimasa yang akan datang.
II. Identitas pemilik
disini dicantumkan nama pemilik tempat dan tanggal lahir, alamat rumah & telepon, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir, kursus-kursus yang pernah diikuti pengalaman kerja.
III. Data perusahaan
disini dicantumkan nama perusahaan, alamat kantor dan nomor telepon, bidang usaha, bentuk badan usaha, bank, mulai berdiri, susunan pengurus.
IV. Aspek produksi
disini dicantumkan jenis dan jumlah mesin yang digunakan, kapasitas produksi, jumlah rata-rata perbulan, sumber bahan baku. Jika untuk pertokoan maka jelaskan jenis barang yang dijual, sumber barang, cara pembelian.
V. Aspek pemasaran
disini dijelaskan sistem distribusi, sistem pembayaran dari pembeli, konsumen sasaran, wilayah pemasaran, penguasaan pasar, segmentasi pasar, keuntungan rata-rata dari penjualan.
VI. Aspek keuangan
di sini dicantumkan kebutuhan uang rata-rata perbulan untuk bahan baku, bahan penolong, upah gaji, biaya umum, ATK, bunga, pajak dll. Jika usaha baru cantumkan modal investasi untuk bangunan, sewa kontrak tempat, pembelian mesin dan perlengkapan. Untuk keperluan modal kerja dijelaskan kebutuhan modal tiap minggu atau tiap bulan.
Kemudian dilampirkan neraca yang menggambarkan rincian jumlah aktiva dan pasivanya.
Selanjutnya jelaskan pula laporan rugi laba dengan mencantumkan jumlah hasil penjualan, harga pokok, harga pembelian, biaya-biaya yang dikeluarkan, bunga bank pajak dsb.
Selanjutnya jika perusahaan mengajukan kredit ke bank maka bank akan meminta berbagai keterangan lainnya. Segala pesyaratan yang diminta oleh bank jika kurang jelas dapat menanyakan kebagian customer service bank yang bersangkutan.
I. Latar Belakang
disini dimasukkan latar belakang pendirian perusahaan, keadaan persaingan, masih terbuka peluang usaha, fasilitas yang dimiliki dan prospek usaha dimasa yang akan datang.
II. Identitas pemilik
disini dicantumkan nama pemilik tempat dan tanggal lahir, alamat rumah & telepon, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir, kursus-kursus yang pernah diikuti pengalaman kerja.
III. Data perusahaan
disini dicantumkan nama perusahaan, alamat kantor dan nomor telepon, bidang usaha, bentuk badan usaha, bank, mulai berdiri, susunan pengurus.
IV. Aspek produksi
disini dicantumkan jenis dan jumlah mesin yang digunakan, kapasitas produksi, jumlah rata-rata perbulan, sumber bahan baku. Jika untuk pertokoan maka jelaskan jenis barang yang dijual, sumber barang, cara pembelian.
V. Aspek pemasaran
disini dijelaskan sistem distribusi, sistem pembayaran dari pembeli, konsumen sasaran, wilayah pemasaran, penguasaan pasar, segmentasi pasar, keuntungan rata-rata dari penjualan.
VI. Aspek keuangan
di sini dicantumkan kebutuhan uang rata-rata perbulan untuk bahan baku, bahan penolong, upah gaji, biaya umum, ATK, bunga, pajak dll. Jika usaha baru cantumkan modal investasi untuk bangunan, sewa kontrak tempat, pembelian mesin dan perlengkapan. Untuk keperluan modal kerja dijelaskan kebutuhan modal tiap minggu atau tiap bulan.
Kemudian dilampirkan neraca yang menggambarkan rincian jumlah aktiva dan pasivanya.
Selanjutnya jelaskan pula laporan rugi laba dengan mencantumkan jumlah hasil penjualan, harga pokok, harga pembelian, biaya-biaya yang dikeluarkan, bunga bank pajak dsb.
Selanjutnya jika perusahaan mengajukan kredit ke bank maka bank akan meminta berbagai keterangan lainnya. Segala pesyaratan yang diminta oleh bank jika kurang jelas dapat menanyakan kebagian customer service bank yang bersangkutan.







0 komentar:
Posting Komentar